Bahasa Cinta

Mengutip dari inbox di fb yang dikirimkan oleh salah seorang temenku beberapa waktu yang lalu. Ini tentang ungkapan-ungkapan orang tua kepada anaknya. Semuanya hendaknya disampaikan dalam bahasa cinta, yang coba aku sedikit jabarkan disini.

1. Kata-kata pendorong berisi pujian yang penuh kasih dan membesarkan hati.

Ini tebukti sangat efektif. Ketika zaheer beberapa waktu silam masih suka kebablasan ngompol di malam hari. Pas selang gak ngompol, aku puji dia dan terus memberikan semangat serta sugesti positif, bahwa zaheer bisa koq gak ngompol, dan.. berhasil.


Pernah juga aku terapkan pada hal membuang sampah di tempatnya, yang awalnya masih suka buang sampah ngasal di mana aja, seenaknya, sekarang sudah terlatih bisa membuang sampah di tempatnya yang seharusnya.

2. Hadiah (Beri reward sederhana untuk tiap kemajuan sekecil apapun)

Yang ini juga gak kalah jitunya dengan pujian. Bisa dibedakan antara hadiah dengan sogokan agar anak berbuat baik. Beda juga dengan iming-iming. Kalo iming-iming hadiah kan dari awal sudah dijanjikan mau dikasih sesuatu asal anak mau berbuat sesuatu untuk kemajuan nya. Kalo yang seperti ini, bisa jadi kedepannya si anak malah terbiasa dengan imbalan.

Tapi hendaknya ketika kita mengharapkan suatu kemajuan pada diri anak, kita tidak menjanjikan terlebih dulu hadiah atau pemberian apa pun padaya. Mungkin lebih mirip sebagai surprise gitu kali yaa.. jadi walopun kita gak jarang memberikan hadiah atas kemajuan-kemajuan anak kita, tapi kita juga tidak berarti mengajarkan tentang kebiasaan pamrih.

3. Service (Lakukan sebagai hadiah, jangan sampai mematikan kemandirian)

Bolehlah sekali-kali kita membantunya mempermudah dalam melakukan sesuatu. Hanya pada saat-saat yang kita kira anak kita belum sanggup untuk mengerjakannya, atau dia sanggup tapi pada saat-saat yang kurang memungkinkannya untuk melakukan sendiri. Tapi juga gak keseringan, yang malah hanya akan bikin anak jadi manja.

4. Sentuhan fisik (Sangat besar pengaruh belaian dan kecup sayang)

Jangan pernah ragu untuk memeluk, mengecup atau mengelusnya, meskipiun itu di depan umum misalnya. Asal gak berlebihan.

5. Waktu yang berkualitas (luangkan waktu khusus untuk anak)

Sesibuk apa pun seorang FTM terutama WM selalu-lah berusaha untuk meluangkan waktu bercengkrama dengan anak kita, selelah apapun. Baik itu di waktu belajar ataupun cuma bermain-main dengannya. Jangan sampe anak-anak kita tumbuh jadi anak yang sepi ibu.



13 comments:

Bahasa cinta itu penting sekali... dan jangan sampai terlupakan. Aku suka banget peluk2 dan cium2 anakku. hehehe

#mumpung diklatnya libur, maka nyempetin mampir kesini

wah bahasa cinta. penting banget itu=)

walaupun FTM tapi harus ada wktu berkualitas untuk anak

Setujuu banget sama semuanya. Sudah tugas kita untuk selalu membahasakan cinta untuk anak2 kita ya mbak, supaya mereka bertumbuh jadi orang yang penuh cinta dan kepercayaan diri :)

Selalu dilakukan sampai kapanpun juga...

siip mbak....semua hal2 tsb udah dilakoni.....aku paling senang meluk anak2ku...rasanya gimana gituu...

setujuuu...
*meski kadang anak2 suka bilang mama galak.. :)*

thanks for sharing yah bu-des.
sayang, belaian dan pelukan, bukan hanya mereka yang senang, kita pun senang rasanya saat memeluk dan mencium si kecil. kadang aku bilang ke anak2, aku pengen nyium mereka gak berhenti-henti..ratusan kali ..setiap saat. hahahaa

akuuurrr mama desy .. setuju , kasih sayang ortu juga menentukan pembentukan mental anak loh ..

kunjungan pertama bersama trip on indonesia. mampir yuk! ☺

thanks buat sharingannya bu

TFS Mbakyu :-)

Yup, kontak fisik memang penting yah, supaya anak2 selalu merasa dicintai, diperhatikan, disayang.

Untk point petama, gw juga setubuh banget. Zahia kalo dah mulai 'putus asa' gw semangatin 'ayo Sayang, Kaka pasti bisa!". Langsung deh doski nyoba lagi. Kalo berhasil alhamdulillah, kalo ga yah disemangain lagi sambil terus dikasih contoh :-)

ahihihi...aku juga suka banget peluk-peluk anak2ku
mumpung mereka masih mau dipeluk dan dicium
terutama salmanku...kalo dia sudah besar kan malu digelendotin sama ibunya...hahaha
mumpung masih ada waktu