Showing posts with label takdir. Show all posts
Showing posts with label takdir. Show all posts

SUATU KEPASTIAN INI

Akhir pekan kemaren, tepatnya hari Sabtu, keluarga besarnya ayah dirundung duka. Salah satu anggota keluarganya, suami dari adik bapak mertuaku alias paman, meninggal dunia, Rasa kehilangan yang teramat dalam sangat kami rasakan, karena kepergiannya sangatlah tiba-tiba. Bukannya berarti kami gak ikhlas melepasnya, tapi kejadiannya sangatlah tiba-tiba. Beliau meninggal karena kecelakaan lalu lintas.

Sabtu pagi cerita nya pamanku itu mo berangkat ke Indramayu untuk urusan kerja. Peristiwa tragis itu terjadi saat paman nyampe sekitar Balongan. 2 kendaraan bermotor yang sama-sama berkecepatan tinggi saling tabrak, tak terelakan. Korban yang satunya meninggal di tempat kejadian, kalo pamanku sempet dibawa ke rumah sakit Plumbon Cirebon dan akhirnya tak terselamatkan.

Sediih banget ternyata, kehilangan salah satu anggota keluarga yang mesti dengan cara kayak gini. Beda banget rasanya ketika ditinggal (mati) sama saudara, yang sebelumnya didahului sakit atau semacamnya. Bisa lebih siap mungkin, secara kasarnya. Meskipun begitu, tetaplah ini merupakan takdir dari-Nya yang mau gak mau mesti diterima dan diikhlaskan.

Tentunya banyak hikmah yang bisa diambil dari kejadian ini. Semakin mengingatkanku bahwa kematian itu benar-benar deket, kapan saja kita bisa mati, entah itu orang sakit maupun sehat, kaya ataupun miskin, sedang sadar ataupun lagi tidur. Siapa pun, kapan pun dan dimana pun, kematian itu dekat. Tak bisa dihindari ataupun ditangguhkan dengan cara apapun. Gak ada yang tau kapan gilirannya, mungkin hari ini, besok, lusa, atau bahkan saat ini juga, atau mungkin seratus tahun lagi. Hanya Allah lah yang Maha Tahu.

Duuuuh kalo inget soal itu, rasanya … hmmm.. gak bisa dilukiskan dengan kata. Udah cukupkah bekalku untuk menghadap-Nya?

Oya waktu takziah kemaren itu ada sebuah celetukan unik dari seorang tetangga deket rumah alm. pamanku itu, kurang lebih begini (dalam bahasa Sunda tentunya) :
“Dia itu (paman) gak inget apa, ini kan hari Sabtu.. LEGI lagih! Kok bepergan siiiih?!”
Konon katanya keyakinan sebagian orang-orang dahulu, mempercayai bahwa hari Sabtu itu kurang bagus untuk bepergian, suka naas katanya.

Yaelah masih adaaaaa aja orang yang percaya hal seperti itu yaa.. untungnya waktu itu mamih mertuaku langsung nimpal “bu, kematian itu kan takdir Allah, kalo sudah waktunya hari ini.. ya hari ini. Mau hari Minggu kek, Rabu kek, entah itu lagi bepergian, atopun lagi tidur di kamar rumahnya sekalipun kalo udah waktunya, tetep aja ajal mah udah pasti.” Waaaw… Siiiip lah my mother in law, luv u…

Any way selamat jalan pamanku tercinta. Mudah-mudahan segala amal dan perbuatan diterima di sisi-Nya. Aamiin.

Photobucket