Showing posts with label cerita sehari-hari. Show all posts
Showing posts with label cerita sehari-hari. Show all posts

Celaan

Zaheer dan temannya, sebut saja W lagi maen bareng di dalam rumah. Terjadi percakapan kurang lebih seperti ini :

Zaheer : (selesai merakit maenan dari kertas, berupa hewan, unta) “asyik.. jadi juga ontanya”

W : “onta jelek!!”


Zaheer : “enggak kok, ontanya bagus”


W : “kambing punyaku lebih bagus. Onta jelek!!”


Zaheer : “bagus.. nich liat..”


Saya dan ibunya W saat itu berada dalam satu ruangan bersama keduanya, mendengar dengan jelas percakapan zaheer dan temannya, dalam hati saya hanya membatin, ni anak kecil kok udah berani mencela sesuatu yang bukan miliknya. Apakah merasa tersaingi? Ataukah sebenernya ingin memiliki mainan lawan mainnya. Entahlah..

Saya juga hanya berfikir, tanpa berkomentar, nih ibunya juga kok hanya diam saja, tidak berusaha meluruskan perkataan anaknya, bukan hanya karena mencegah agar teman anaknya tidak merasa tersinggung, tapi tidak juga meluruskan kesalahan kecil pada anaknya. Bukan kesalahan kecil saya rasa. Terlihat kecil karena dilakukan oleh anak kecil. Bagaimana kalo si W itu dewasa nanti. Yaa.. setidaknya basa-basi atau apa gitu..


Saat itu sengaja saya tidak angkat bicara. Saya rasa selama bukan zaheer yang melakukan kesalahan, ya saya tidak ikut campur. Dan saya lihat juga, zaheer saat itu fine-fine aja, walopun hasil karyanya ada yang mencela. Biarlah lain waktu saya baru akan meluruskan tentang cela-mencela ini, ketika W dan ibunya sudah tidak berada di sini. Dan biarlah si W mendapatkan pemahaman tentang ini dari ibunya sendiri. Saya sebenernya saat itu ada keinginan terpendam untuk sedikitnya memberi tahu anak itu bahwa begini bahwa begitu. Tapi karena saat itu ada ibunya, jadi saya hanya membatin aja. Bukannya gak berani, tapi gak enakan.. hehe..ngeless.. yaaa daripada jadi masalah antara pertemanan dan pertetanggaan kami, ya sudahlah.


Tapi ada satu hal lagi yang bikin saya bangga, tau hasil karyanya dicela, Zaheer tidak membalas. Hanya membela miliknya. Saya yakin itu bukannya karena zaheer gak berani, bisa saja saat itu zaheer pun membalas mencela, meliat maenan yang dibuat temannya itu tidak lebih baik, tapi karena zaheer faham bahwa mencela bukanlah perbuatan yang baik, itu tidak dilakukannya. Hmmm good boy.. Thanks nak..


Photobucket

Cegukan

Suatu hal yang biasa terjadi pada bayi dan balita adalah cegukan. Atau kalo dalam bahasa Sunda biasanya disebut semidu atau sisidueun. Beberapa penyebabnya antara lain bisa karena penurunan suhu yang menyebabkan si bayi kedinginan. Atau bisa juga terjadi setelah minum susu yang dilakukan dengan kurang tenang.

Cegukan ini biasanya akan berhenti dengan sendirinya. Tapi ada beberapa cara yang bisa mengatasinya, salah satunya bisa dengan menepuk-nepuk punggung nya secara perlahan dan membantu bayi agar lebih rileks. Atau dengan menghangatkannya jika kedinginan, bisa juga dengan mengoleskan minyak telon ke tubuhnya.


Apapun penyebabnya, asalkan tidak berkelanjutan atau membuat si bayi jadi rewel, muntah, dan tidak sampe mengganggu aktivitasnya, cegukan tidak membutuhkan pertolongan medis.


Nah, kenapa saya memajang gambar tikar dengan tema cegukan? Apa korelasinya?

Ceritanya gini, beberapa waktu lalu, ketika kami sekeluarga bermalam di rumah neneknya Einar. Dia kebetulan cegukan. Prediksi saya waktu itu, mungkin karena sudah mimi asi dan belum sendawa. Sehingga ada udara yang terjebak dalam saluran pernafasan atau pencernaannya sehingga menyebabkan cegukan.


Saat mengetahui cucu kesayangannya cegukan, si nenek langsung mengambil potongan tikar jaman baheula (biasanya tikar pandan dan berwarna keputih-putihan), sekitar 2 cm dan ditempelkan tepat di jidatnya Einar. Kakaknya, Zaheer gak terima donk melihat adiknya ditempelin benda aneh kayak gitu. Langsung aja dilemparkannya si potongan tikar tersebut. Tapi sang nenek gak menyerah, beliau mengambil lagi potongan tikar lain, dan menempelkannya lagi kayak tadi. Sambil menjelaskan ke si aa (Zaheer) kalo itu (menempelkan potongan tikar di jidat) tuh bisa menghentikan cegukan pada bayi.


Hehe.. entah ini tradisi/kepercayaan orang-orang zaman dulu, entah hanya kebiasaannya orang Sunda. Saya gak tau persis soal ini. Dan saya juga gak bisa melarang atau mencegah yang namanya kepercayaan. Bagi saya selama itu tidak membahayakan, ya biarlah.. daripada harus berdebat _untuk saat ini_.


Kalo secara logika, apa hubungannya coba cegukan sama menempelkan tikar di jidat?? Temans, siapa yang tau??

Dan yang membuat zaheer percaya soal ini, setelah beberapa menit kemudian, cegukannya Einar jadi berhenti. Padahal kan cegukan semacam ini memang biasanya tidak berlangsung lama.


Hmmm.. nak, nanti kalo kamu sudah bisa lebih mengerti, ingatkan mama ya untuk meluruskan pemahaman soal yang satu ini..


Sumber Gambar : Google.com

Photobucket

Akankah Terkorbankan?

Sambil menunggu hasil tes lab keluar, aku duduk termangu sendiri di sebuah lembaga kesehatan. Mau baca, gak ada buku atau majalah nganggur atau tergeletak yang bisa dibaca. Mau ngajak ngobrol orang, dari sekian orang yang sama-sama lagi nunggu gak ada satu pun yang aku kenal. Mau ngajak kenalan salah satu diantaranya, aku juga gak mau dianggap SKSD.

Tiba-tiba seorang ibu dengan taksiran umur 34 tahun, dipanggil namanya. Rupanya dia sedang menunggu hasil tes urin di lab ini. Dia antrian lebih dulu sebelum aku.

Tanpa didampingi seorang suami dan tanpa membawa anak, aku pikir orang tersebut belum menikah. Mungkin karena sibuk di karier sehingga di usianya yang sudah kepala tiga, dia belum sempet memikirkan untuk berkeluarga. Ini perkiraan ku ajah loh, dengan melihat dari penampilan luarnya.

Dengan wajah harap-harap cemas beliau menghampiri si bapak petugas lab. Karena ruangan konsulnya tidak tertutup di sebuah ruangan khusus yang terpisah dengan ruang tunggu, maka dengan jelas agak-agak samar, kami yang di ruang tunggu bisa mendengar kalimat-kalimat yang terucap dari si konsultan dan juga klien??nya. Dan setelah ditanyai ini itu, ternyata perkiraan ku tadi salah. Dia sudah bersuami, yang kebetulan saat ini gak bisa menemaninya karena urusan kerja. Dia juga sudah mempunyai anak.
Daaann.. taraaa … “selamat yah, ibu positif hamil, satu bulan”. Wah..wah.. aku yang dengernya aja ikut seneng. Apalagi suaminya nanti yah kalo sudah di kasi kabar.


Tapi tidak dengan si ibu itu. Dia malah terkejut setengah mateng, dengan muka merah. Yang aku perkirakan lagi, muka merahnya karena gak sanggup nahan perasaan bahagianya yang meletup-letup seperti letupan air yang mendidih di panci, dan pengen segera meraung-raung menangis haru biru. Oh, tapi salah lagi perkiraanku kali ini. Si ibu tersebut dengan tanpa tedeng aling-aling menghiba kepada si konsultan lab. Meminta solusi dengan tanpa merasa salah,

Si ibu : “Pak, hmmmm… gimana ya.. gini loh pak… ngggg… anu… itu loooh… bapak mungkin ngerti…”


Konsultan
: “??????????????”


Si Ibu
: “ %&*^$#@)$&*!$~#$^^??”:<}0> ”


Konsultan
: “Maksud ibu gimana?”


Si Ibu
: “yaaah bapak masa gak ngerti juga, okelah saya jelaskan, saya punya anak yang masih kecil, baru berusia 1,5 tahun. Jadi kalo saya sekarang hamil lagi, gimana yah, kan kasian sama anak saya pak…”


Konsultan : “???? ya, memang apa urusan saya? Maksud ibu, mau minta tanggung jawab ke saya, gitu? Saya kan bukan pelakunya..!”


Si ibu : (hadoh.. gak ngerti juga sich???) bukan gitu pak, maksud saya, gimana supaya kehamilan saya ini gak jadi, apakah ada cara buat membatalkannya?? Begitu..”


Konsultan : “Digugurkan maksud ibu??”


Si ibu : (mengangguk maptafff)


Konsultan : “wah.. kalo itu bukan keahlian saya buu, saya hanya berurusan dengan pemeriksaan. Tak bisa lah untuk ‘itu’. Tapi kalo saya boleh menyarankan, fikirkan lagi baik-baik niat spontan ibu barusan … Janin yang sekarang ada di rahim ibu sudah jadi, sudah Allah takdirkan. Dia tidak berdosa, dan memiliki hak untuk hidup, dan ibu lah yang terpilih untuk menjadi sarana baginya terlahir ke dunia ini. Janin ini sendiri kan juga hasil perbuatan ibu dan seseorang di sana yang entah berantah. Salah ibu sendiri mengapa tidak merencanakan kehamilan dengan diprogram.. Allah sudah takdirkan, bagaimana pun kita mencegahnya, kalo sudah dituliskan jadi, ya jadi. Maka sekarang, baiknya ibu syukuri saja kehamilan ini. Banyak para ibu di luaran sana yang tanpa lelah mendambakan punya anak, sampe berobat sana sini, terapi sana-sini demi mendapatkan harapannya mempunyai anak. Sudah bertahun-tahun menikah belum juga dikaruniai anak. Bahkan tak sedikit perpecahan dalam rumah tangga pun terjadi karena alasan belum punya keturunan. Nah ibu, gak perlu bertahun-tahun menunggu, udah mau 2. Ingat itu juga bu.. sekali lagi pesan saya, jalankan dan rawat baik-baik amanah Allah ini”.


Si ibu : “tapi pak *&^((^&*% was.. wes.. wos.. %^*>”:>?< “

Konsultan : “maaf bu, antrian selanjutnya sudah menunggu. Sekian dan terimakasih”

Ah.. fren, apa yah kira-kira yang akan dilakukan si ibu itu selanjutnya..??



Photobucket

Do’a Untuk Guru & Sahabatku

RAHAYU. Sebuah nama yang indah, sebanding dengan tindak tanduk dengan pemilik namanya. Dengan segala kelemahan dan kekurangannya sebagai manusia biasa, beliau di mataku adalah seorang guru yang sangat bijak, sekaligus sebagai sahabat yang amat baik. Pandai menempatkan kata-kata dalam menyampaikan pepatah dan pendapat. Tidak neko-neko dan low profile. Selalu menebarkan aura semangat setiap harinya ke orang-orang di sekelilingnya.


Hari ini aku menerima kabar yang mengagetkan tentangnya. Beliau mengidap penyakit kanker payudara. Kanker nya ini sekarang sudah ke tahap stadium yang gak bisa di tunda lagi pengeksekusiannya, sudah sampe mengeluarkan darah dari (maaf) putting nya. Menurut ilmu medis, payudara yang terkena kanker tersebut harus segera diangkat semua (kalo gak salah yang sebelah kiri). Karena sudah terkena semua jaringan yang ada di dalamnya. Tapi ini kan baru menurut ilmu kedokteran. Beliau sampe sekarang masih berusaha mencari sambil menjalani pengobatan alternatif, sebelum dilakukan pengangkatan payudaranya.

Aku hanya bisa ikut berdoa untuk kesembuhannya. Apapun yang menjadi pilihannya dalam berusaha mengobati penyakitnya, semoga diberikan kelancaran dan kemudahan oleh Allah swt.

Yaa Allah, apapun yang Engkau takdirkan untuknya adalah yang terbaik, kuatkan ia dalam menerima dan menjalani cobaan dari-Mu. Serta jauhkan kami dari hal-hal yang tidak kami mampu menghadapinya yaa Allah. Amin yaa Rabbal ‘alamin..


Nb. Buat temen-temen semua, minta doanya yaah untuk kesembuhannya.


Photobucket

Dengan Keterbatasan Yang Ada

Terkenang dengan pesan guru ngaji zaman aku masih lagi lucu-lucunya dulu. Diucapkan dengan sangat hati-hati dan dengan kerendahan hati seorang guru besar bagi kami, sehingga pesannya sangat membekas di hati, masih terngiang-ngiang sampe sekarang. Kata-katanya kurang lebih seperti ini :

“Jika kalian tidak bisa ikut golongan yang memperbaiki, maka setidaknya janganlah ikut golongan yang merusak. Jika kalian tidak bisa berdiri di depan – menyerukan kebaikan, maka berdirilah di belakang, dukung orang-orang yang mengajak kepada kebaikan dengan segala keterbatasan yang ada. Itu lebih baik”



Ngomong-ngomong soal mengaji ini, zaman aku masih duduk di bangku smp, walopun desaku bukan “kota santri”, tapi anak-anak dari mulai yang baru belajar baca iqro sampe ke remaja se-usia anak-anak sma rajin dengan semangat 45 belajar mengaji, plus pelajaran fiqih dan temen-temennya. Walopun usia remaja, kala itu gak ada perasaan gengsi dan sebagainya untuk masih melanjutkan belajar mengajinya, layaknya seperti bersekolah. Tentunya ada kelas-kelasnya sesuai dengan usia dan kemampuan masing-masing anak didik. Kami tetep berusaha meluangkan waktu dan memprioritaskan mengaji di tengah-tengah berbagai kegiatan sebagai anak sma, karena memang menganggap penting.

Coba bandingkan dengan masa sekarang. Yang aku saksikan di desa tempat tinggalku, anak-anak yang masih mengaji ke ustad/ustadzah itu keluar SD (kira-kira 12 tahun) rata-rata jadi usia maksimal. Mereka yang telah lulus SD sudah tidak melanjutkan belajar mengajinya, dengan alasan sudah sibuk dengan pelajaran-pelajaran di sekolahnya (atau karena tidak menganggap penting??). Memang sich..di sekolah umum pun sudah ada pelajaran agama. Tapinya lagi, kalo bukan sekolah terpadu, pelajaran agama di sekolah-sekolah umum rata-rata hanya 2 jam pelajaran saja dalam seminggu. Cukupkah?

Bagimana di lingkungan tempat tinggalmu temans??


Photobucket

Kecolongan

3 hari kemaren Zaheer sakit demam. Penyebabnya dari radang tengorokan. Kok bisa jeng? Yah salah makan. Tepatnya 4 hari yang lalu Zaheer minum minuman buah yang dia temukan sendiri di lemari es nya di rumah neneknya. Pas udah abis setengahnya baru ketauan kalo ntu minuman udah lewat masa kadaluarsanya. Haddohh…ada-ada aja. Kok bisa sich tu minuman masih di stock nya. Yaa namanya juga orang tua, mungkin kurang ngeh yang mana tanggal produksi, yang mana tanggal kadaluarsa. Udah gitu zaheer keukeuh juga minum minuman dingin. Malem hari pula. Hmmm udah dapet firasat aja nich aku, bakal terjadi sesuatu yang gak diharapkan.

Dan bener aja, malemnya tepatnya malem Rabu, Zaheer langsung terkena demam. Demamnya itu langsung tinggi aja.

Ada sekitaran 38 – 39 an. Plus batuk-batuk. Coba dikasi obat penurun panas dan obat batuk yang ada. Sampe besoknya, demamnya belum juga turun. Wah, berarti bukan demam sembarangan nich. Mencoba sehari dulu home treatment. Tapi hari kedua belum juga ada perkembangan. Malah Zaheer makin lemah dan lesu. Bibirnya juga sampe kering dan pecah-pecah karena kurangnya cairan yang bisa masuk.

Ya akhirnya aku putuskan buat ke DSA. Dari pada kelamaan, trus malah dehidrasi. Alhamdulillah kemaren panasnya udah turun, dan bisa maen lagi. Tapi malah emaknya yang drop. Sekujur badan rasanya pegel-pegel, sendi-sendi terasa copot. Makanya kemaren seharian bener-bener bedrest. Kerjaan rumah pun yang ngerjain si ayah, mulai dari ngepel, nyuci baju dan perabot (oh..thanks beloved..) karena badanku panas dingin juga meriang plus batuk pilek juga. Gak berani dengan obat-obatan karena lagi hamil, aku gencarin aja minum madu 3 in 1.

Syukurnya ini gak berlangsung lama. Sejak tadi pagi kondisiku udah agak mendingan. Tinggal baptilnya ajah, karena tenggorokanku juga bermasalah, sampe agak kerepotan kalo pas nelen makanan. Tapi ternyata, belom selese sampe situ, sejak semalem demam zaheer tinggi lagi. Sekarang aja, aku masih belom bisa berangkat kerja, berarti terhitung udah hari ke 3 aku gak masuk. Sambil ngompresin dahinya Zaheer sambil nyempetin browsing.

Bener-bener jadi pelajaran, kedepannya mesti lebih ekstra hati-hati lagi dengan minuman-minuman kemasan, terutama memperhatikan tanggal kadaluarsanya. Aku yang biasanya selektif dengan setiap minuman yang akan diminum oleh Zaheer, kali ini malah kecolongan. Yah mungkin sudah jalannya dan sebagai pembelajaran juga buat kami semua.

Mudah-mudahan zaheer lekas semuh yaa Allah.



Photobucket

Nangis Kejer ??

Pagi kemarin gak seperti biasanya Zaheer ngamuk-ngamuk gak mo ditinggal kerja. Bahkan saat aku ganti baju kerja pun dilarang. Ngambeknya kali ini bukan seperti ngambek biasanya yang palingan cuma gak mo salaman atau dadah. Tapi kali ini ngamuk..yang emang bener-bener ngamuk sampe sangis kejer kosah-koseh di lantai. Hati emak mana yang gak pilu melihat pemadangan seperti itu, keadaan anaknya yang gak rela ditinggal ibunya.

Hmmmh.. lagi-lagi dilema memang. Satu sisi, aku kepingin juga jadi ibu rumah tangga tok.. jadi full time mom. Selalu ada setiap waktu dan setiap kesempatan untuk anaknya. Tapi di sisi lain,

aku juga butuh kerja. Yaah walopun hasilnya gak seberapa, lumayan laah buat nambah-nambah, selain emang karena butuh sosialisasi dan eksistensi diri (ceileee..). Tapi aku tetep usahakan, kerja di luar rumah gak sampe ngoyo, harus jelas waktu jam kerjanya. Jadi ketika di rumah, yaa tok ngurusin urusan rumah. Gak sampe bawa-bawa kerjaan ke rumah. (ini kalo lagi gak banyak kerjaan..hehe..)

Jadi inget pernah dapet kabar bahwa di Jepang, seorang ibu yang bekerja, itu cuti melahirkannya dapet 5 tahun. Jadi di sana itu bener-bener mengutamakan kualitas anak sejak dari balita, sampe diatur oleh negaranya demikian. Si ibu bertanggungjawab penuh selama masa golden age anaknya. Wahhh.. keren yah!! Bisa tetep dapet gapok sambil mengasuh anak sendiri.

Wuiiihh…Ngayal dulu ah..Gimana kalo itu terjadi sama kita ya???


Photobucket

ihwal MASAK-MEMASAK

Pagi-pagi rebun banget aku udah merenung.. bukan merenung di teras rumah, bukan juga di pantai nan elok. Bukan merenungi nasib karier yang belom kesampean jadi PNS, juga bukan mikirin pengen punya anak lagi. hehe… Tapi tidak lain dan tidak bukan, pagi-pagi banget aku merenung di warung mikirin menu apa yang enak disajikan pagi dan hari ini. Binun mo masak apa, sampe-sampe yang punya warung pun ikutan bingung ngadepin calon pembeli yang kebingungan kayak aku.

Ini mungkin suatu keadaan yang wajar dikeluhkan oleh emak-emak kayak aku, yang kurang mahir dalam soal masak memasak. Pagi-pagi buta, ketika mata terbuka dari buaian mimpi, yang pertama kali dipikirin bukannya soal utang dan sebagainya. Tapi mikirin menu apa kira-kira yang cocok untuk sarapan pagi ini.

Sebenernya aku bukannya gak punya koleksi buku panduan masakan, malah bejibun, browsing-browsing juga sering. Masalahnya bahannya itu loch yang agak langka di sini. Toserba yang ada deket rumah pun jarang yang menyediakan stok bahan-bahan masakan. Atau misalnya ketika ketemu resep yang gampang bahannya, masaknya yang ribett..

Lain halnya dengan orang-orang yang emang udah terampil masak. Bahan makanan apa pun bahkan yang biasa pun bisa jadi masakan yang istimewa. Atau ketika ketemu resep menu masakan baru, bisa langsung dipraktekin tanpa ba bi bu lagi dan tanpa ribet, hasilnya pun memuaskan. Beda banget sama aku yang kalo secara gak sengaja misalnya nemu resep masak baru, ketika dipraktekin, masakannya sich bisa sukses jadi makanan, tapi rasa-nya bisa sukses juga, bikin orang nyengir, menelaah bumbu apa yang kebanyakan dan yang kurang.

Pernah aku nyoba-nyoba bikin sambel tomat (saat itu pertama kali bikin), yang kata orang-orang paling simpel, tapi hasilnya…komentar suami : “hmmmm…rasanya kok aneh ya??”. hehe…

Masih bersyukur karena suami ku bukan orang yang rewel. Do’i nerima banget keadaan instrinya nan mungil menggemaskan ini, yang gak bisa masak, ehhmmm…RALAT dech : yang kurang mahir masak.
Lop yu pul..my hub..
Karena sebenernya aku bukannya gak bisa-bisa banget masak, buktinya aku masih bisa masak nasi, masak mie instan, masak air dsb. Dooh itu doang sich semua orang juga bisa jeng dess..!! hehe.. ini nunjukin betapa parahnya aku sebagai istri dan sebagai perempuan. Makanya dulu-dulu udah pernah aku bilangin kalo aku tuch masih jauuuuuuh banget dengan kategori istri ideal, dan kategori menantu idaman.

Yaaa kalo disuruh masak sop sapi ato sayur asem mah masih bisa lah..hehe..piiiss

Salahku juga kenapa gak dari jaman masih orok nyoba-nyoba belajar masak, sekarang setelah jadi istri orang baru dech kerasa, betapaaa sebagai seorang istri yang pengen sholihah itu wajib bisa masak. Dulu ketika masa-masa nya aku yang lagi lucu-lucunya boro-boro pengen belajar masak, ke dapur pun emoh. Tiap disuruh masak sama ibuku aku pasti menolak dengan 1001 alasan. Kayaknya daripada masak, mending milih nguras sumur dech, atau ngepel lapangan sampe mengkilat. Sekarang..nyeselnya bukan main.

Kalo berkunjung ke blog tetangga yang temanya menu masakan, aku cuma bisa ngeleerrr doank. Kayaknya kalo ada yang buka kursus memasak di sini, aku pasti jadi pendaftar peserta pertama dech.

Photobucket

TRAGEDI DI MALMING

Semalem terdengar kehebohan dari rumah sebelah, eh bukan sebelah ding, full satu rumah, yang letaknya di samping rumahku. Karena nempel banget sama rumahku, jadinya beberapa kejadian di rumah itu bisa kami dengar, kami saksikan dan kami rasakan. hehe.. yang bener sich bisa denger doank.

Bukannya bermaksud gosipin orang, sungguh. Ini fakta. Sebenernya udah beberapa kali selama kami menempati rumah ini (1 tahun.red), terdengar hebohnya percekcokan di antara keluarga tersebut. Aku (kami) sich sama sekali gak ada maksud menguping pembicaraan orang, apalagi yang sifatnya kejelekan, tapi suara-suara mereka tadi malem kayaknya sayag sekali untuk dilewatkan, beu.. sama aja atuuh! Gak lah, maksud ku nada suara mereka yang mau gak mau mesti kami dengarkan, karena memang bener-bener terdengar jelas oleh telinga kepala kami, walopun saat itu suara volume radio, tivi, prang-preng-prong piring yang lagi aku cuci, gak cukup buat meredam suara mereka, saking kerasnya.

Sebenernya apa isi pembicaraanya? Jawabannya panjang dan lebar. Umpatan dan makian serta cercaan antara ibu dan anak perempuannya, disaksikan oleh cucu perempuannya yang baru berusia 2 tahun. Kenapa aku yakin posisinya begitu, pertama, karena aku hafal betul suara siapa yang lagi bertengkar. Kedua, si balita (salah satu temen maennya zaheer) saat itu menangis histeris demi menyakksikan pergulatan hebat antara keduanya.

Gak aku paparkan di sini apa yang mereka bicarakan. Hanya ujungnya saja yang sangat aku sesalkan. Seperti mungkin kebanyakan yang terjadi kalo perdebatan di antara keluarga berlangsung, ujung-ujungnya “pengusiran”. Yups! Itulah yang dikatakan sang ibu, atau nenek dari si balita nan jelita itu. Mungkin niiiih perkataan itu gak sepenuhnya terucap dari hati yang tedalam si ibu tadi. Karena ibu mana sich yang tega ma anak sendiri. Hanya karena lagi esmosi barangkali.

Kita semua tau sebenernya perdebatan itu sangat lazim ada dalam sebuah keluarga. Bahkan gak jarang hingga terjadi pertengkaran. Tapi sehebat apa pun esmosi kita, pliiiiis ya jangan sampe di-drama-kan di depan anak-anak kita. Karena kalo itu dilakukan, bisa dibayangkan, apa yang akan tertanam dalam benak anak kita, mindset seperti apa yang akan terbangun tentang sebuah keluarga dalam pikiran mereka.

Berikut ini ada beberapa tips ketika pertengkaran terjadi. Piiiiisss!!

  1. Jauhkan dari tontonan anak kita, bisa memilih tempat yang tertutup seperti di kamar mandi yang kedap suara, disetting misalnya dengan memasang karpet di sekeliling dindingnya. Atau di tempat terbuka misalnya di deket curug (water fall) agar suaranya teredam sama suara airnya.
  2. Jangan bertengkar di dapur atau di toko penjual golok. Karena kalo emosi sudah gak bisa dibendung lagi, bisa-bisa terjadi hal-hal yang gak diinginkan. Apapun bisa saja terjadi, mengingat di dapur juga ada benda tajam, yatu pisau.
  3. Menggunakan kata-kata halus, janggan sekali-kali kata-kata kasar terlontar, tetap menjaga norma-norma kesopanan.

Hehehe..maap sodara-sodara.. gak penting banget sech poin-poin di atas, gak mutu! Harap jangan mencemooh dan sebagainya. Protess, boleh-boleh aja. Bukannya aku mendukung aksi pertengkaran tiap orang. Yang jelas tiap kita pasti pernah merasakan esmosi terhadap seseorang, marah terhadap seseorang. Pengen mencakar mukanya, pengen menjambak rambutnya dan sebagainya. Ini semua gak aku pungkiri.

Tapi di balik semua itu, tips yang paling ampuh untuk menghentikan pertengkaran, meredam emosi adalah dengan duduk sejenak, berwudhu bisa ngademin pikiran kalut kita. Kalo belom cukup juga, bisa dengan sholat sunah 2 rokaat. Mencoba berfikir jernih, menelaah masalah yang sedang dihadapi, kedepankan pikiran logis, bukan emosi. Mencoba menghadirkan 1001 alasan atas kesalahan orang lain, kenapa dia berbuat begini, kenapa berbuat begitu. Hati seluas samudera sangat dibutuhkan dalam kasus ini. Jaranggggg….

"Ya Allah, kuatkan ikatan ukhuwah di antara kami dalam kecintaan terhadap-Mu. Amin…"

Photobucket

SUATU KEPASTIAN INI

Akhir pekan kemaren, tepatnya hari Sabtu, keluarga besarnya ayah dirundung duka. Salah satu anggota keluarganya, suami dari adik bapak mertuaku alias paman, meninggal dunia, Rasa kehilangan yang teramat dalam sangat kami rasakan, karena kepergiannya sangatlah tiba-tiba. Bukannya berarti kami gak ikhlas melepasnya, tapi kejadiannya sangatlah tiba-tiba. Beliau meninggal karena kecelakaan lalu lintas.

Sabtu pagi cerita nya pamanku itu mo berangkat ke Indramayu untuk urusan kerja. Peristiwa tragis itu terjadi saat paman nyampe sekitar Balongan. 2 kendaraan bermotor yang sama-sama berkecepatan tinggi saling tabrak, tak terelakan. Korban yang satunya meninggal di tempat kejadian, kalo pamanku sempet dibawa ke rumah sakit Plumbon Cirebon dan akhirnya tak terselamatkan.

Sediih banget ternyata, kehilangan salah satu anggota keluarga yang mesti dengan cara kayak gini. Beda banget rasanya ketika ditinggal (mati) sama saudara, yang sebelumnya didahului sakit atau semacamnya. Bisa lebih siap mungkin, secara kasarnya. Meskipun begitu, tetaplah ini merupakan takdir dari-Nya yang mau gak mau mesti diterima dan diikhlaskan.

Tentunya banyak hikmah yang bisa diambil dari kejadian ini. Semakin mengingatkanku bahwa kematian itu benar-benar deket, kapan saja kita bisa mati, entah itu orang sakit maupun sehat, kaya ataupun miskin, sedang sadar ataupun lagi tidur. Siapa pun, kapan pun dan dimana pun, kematian itu dekat. Tak bisa dihindari ataupun ditangguhkan dengan cara apapun. Gak ada yang tau kapan gilirannya, mungkin hari ini, besok, lusa, atau bahkan saat ini juga, atau mungkin seratus tahun lagi. Hanya Allah lah yang Maha Tahu.

Duuuuh kalo inget soal itu, rasanya … hmmm.. gak bisa dilukiskan dengan kata. Udah cukupkah bekalku untuk menghadap-Nya?

Oya waktu takziah kemaren itu ada sebuah celetukan unik dari seorang tetangga deket rumah alm. pamanku itu, kurang lebih begini (dalam bahasa Sunda tentunya) :
“Dia itu (paman) gak inget apa, ini kan hari Sabtu.. LEGI lagih! Kok bepergan siiiih?!”
Konon katanya keyakinan sebagian orang-orang dahulu, mempercayai bahwa hari Sabtu itu kurang bagus untuk bepergian, suka naas katanya.

Yaelah masih adaaaaa aja orang yang percaya hal seperti itu yaa.. untungnya waktu itu mamih mertuaku langsung nimpal “bu, kematian itu kan takdir Allah, kalo sudah waktunya hari ini.. ya hari ini. Mau hari Minggu kek, Rabu kek, entah itu lagi bepergian, atopun lagi tidur di kamar rumahnya sekalipun kalo udah waktunya, tetep aja ajal mah udah pasti.” Waaaw… Siiiip lah my mother in law, luv u…

Any way selamat jalan pamanku tercinta. Mudah-mudahan segala amal dan perbuatan diterima di sisi-Nya. Aamiin.

Photobucket

RITUAL ADAT

Sabtu yang cerah. Awalnya aku pikir pagi ini mo ujan. Soalnya tadi pagi-pagi banget ketika orang-orang kebanyakan melanjutkan ngoroknya sesi kedua, pas aku ke warung buat belanja belanji liat-liat ke atas, ke langit maksudnya, gak nemu bintang yang berkelip, juga gak ada semburat cahaya matahari pagi. Yang ada cuma gundukan-gundukan awan yang agak abu-abu. Eh alhamdulillah, nyatanya sekarang udah jam 9 lewat, dunia Kuningan dan sekitarnya terang benderang.

Sebenernya mo cerita apa ya… ;D

Sodara-sodara tau kan kalo dalam acara pernikahan itu biasanya setelah akad nikah, sebelum dilanjut ke acara resepsi, kebanyakan diadakan dulu apa yang dinamakan upacara adat. Jenisnya tergantung adat budaya masing-masing suku. Kebetulan kemaren aku, zaheer dan ayahnya zaheer menghadiri acara pernikahan salah satu keluarga nya ayah yang total dari awal sampe akhir acara. Karena pengantennya dua-duanya orang Sunda, otomatis pake adat Sunda total.

Nah, kalo dalam adat Sunda ada salah satu dari sekian rangkaian upacara adat ini berupa injak telor oleh si pengantin pria dengan kaki kanan (apa kiri ya? Lupa akyu). Setelah itu dibersihkan sama penganten wanitanya. Terlintas pikiran jail saat itu. Kalo aku yang ngelakuin itu, gimana ya reaksi penganten pria kalo pas kubersihin kakinya aku cubit sekeras-kerasnya. hehe… lucuuu kali ya, hmmm…

So gimana waktu dirimu nikah jeng des, sempet nyubitin gak? Jawab : nggak, soalnya dulu aku pas nikah gak pake upacara adat gituan. Ribetttt…! Jadi setelah akad nikah langsung dilanjut resepsi. Pokonya sederhanaaaa bangets. Bagiku nikah itu yang penting berkahnya, sebisa mungkin menghindari hal-hal yang bisa bikin syirik (musyrik).

Ngomong-ngomong soal perbuatan musyrik, dalam ikhwal pernikahan atau acara-acara pergelaran hajatan lainnya, ada beberapa dalam masyarakat tempat aku tinggal, yang masih mempercayai/melakukan sesajen, biasanya berupa tumpeng nasi uduk atau nasi kuning plus lauk pauknya. Ada yang menyebutnya dengan istilah “parawanten”. Ada juga yang disertai penerangan dengan lilin. Sesajen ini bukan disimpen di bawah pohon dan sejenisnya, melainkan di simpen di salah satu ruangan dalam rumah orang yang punya hajat. Bahkan gak jarang yang aku temukan, itu sesajen karena didiemin selama berhari-hari selama hajatan, ada yang sampe bulukan/lapuk jamuran. Hiiiy…jijay bajaiii.

Maksudnya apa, aku kurang tau tepatnya yang jelas kebanyakan di masyarakat “zaman baheula” ini tertanam keyakinan bahwa dengan sesajen itu, acara hajatan bisa berjalan dengan lancar. Hehe.. korelasinya dimana, aku juga kurang faham. Deeeeuuuh deuh… nyuguhin siapa sih mak? Tapi ternyata ini bukan saja terjadi sama para orang tua loh, keyakinan ini ditanamkan pada para anaknya, jadi seperti turun-temurun gitu lah.

Mudah-mudahan kita termasuk generasi yang bersih dari hal-hal semacam itu. Dengan keyakinan penuh, meminta perlindungan hanya kepada Zat yang Maha Melindungi, semua akan berjalan lancar. Amin..

Photobucket

WABAH ITU

Haduhhhh serasa ngos-ngosan, ngeblog akhir-akhir ini kayaknya susah banget pengen eksis. Apalah daya waktu yang tersedia kurang mencukupi buat ngeblog even cuma buat blogwalking. It’s oke lah, toh bukan berarti padam banget. Masih bisa nengok sewaktu-waktu. Masalahnya mungkin temen-temen yang kebetulan singgah pasti ngerasa bosen, postingannya masih yang itu-itu, lom update juga. Harap maklum yach…

Kali ini temanya soal adanya wabah di kompleks ku. Beberapa hari yang lalu kami sekeluarga terkena virus sakit mata. Mulanya zaheer yang kena paling dulu. Dia dapet virusnya dari Adam, anak tetangga sebelah. Kali yang ngasuh kurang hati-hati, ga jaga jarak sama yang lagi sakit mata. Akibatnya, Zaheer kena dech.

Hari berikutnya, aku dan Ayah masih oke-oke aja. Juga gak berusaha menjaga interaksi sama Zaheer, karena kami fikir dengan kondisi tubuh kami yang lagi fit, gak bakalan lah tertular. Tapi rupanya Sang Pencipta berkehendak lain. Di hari berikutnya, ketika mata Zaheer udah baikan dan memutih lagi, eh malah mataku yang kena.

Lain hal nya dengan Zaheer yang menderita sakit mata cuma 3 hari, aku malah lebih lama lagi, nyampe seminggu. Rasanya ternyata bukan main, perih, gatal, linu, mules, bahkan kalo udah tiba waktu malam, rasanya otot-otot mata bisa nyampe kelelahan menahan beban. Huihhh...

Dikasi obat mulai dari tetes mata Insto, Rohto sampe ke Otem (dari madu) yang kalo sekalinya ditetesin bisa bikin berderai-derai bajai nyampe 3 menitan, hasilnya mata tetep kesakitan dan bahkan sampe bikin panas dingin, alias demam. Dan penderitaan gak sampe di sini aja, influenza ikut-ikutan mewarnai hari-hari sakit mataku.

Ada juga yang nyaranin untuk dikasi obat tetes mata 8 dewa, katanya sich lebih mujarab, bisa lebih cepet nyembuhin sakit mata. Yang aku ingat obat jenis ini adanya zaman emak ku masih balita dulu, sewaktu masih belajar merangkak. Kalo sekarang nyari-nyari obat gitu kayaknya agak kesulitan juga, dan ternyata emang susah dicari di toko-toko. Apa emang udah gak diproduksi lagi kali ya?

Ujung-ujungnya mampir ke klinik terdekat, dikasi salep Oxytetracycline. Dan alhamdulillah kondisi mataku berangsur-angsur membaik sampe hari ke-6.

Oya aku acungin jempol buat ayah yang sampe hari ke-6 sakit mataku, belio gak ketularan. Pas aku bahas soal ini, ”wah hebat nich si ayah gak ketularan”, ayah dengan PD nya jawab gini ”Gw geto loch!” huuuu...

Tapi nich pemirsa, yang terjadi selanjutnya, ketika mataku sudah membaik, eh si ayah dapet giliran juga. hahahaha... *maap ya ayah sakitmu kali ini aku ketawain..*

Dan.... sekarang, saat ini, alhamdulillah kami sekeluarga sudah terbebas dari yang namanya sakit mata.

Btw... btw... gak lupa aku ucapin selamat buat adik iparku, iis... adik semata wayangnya ayah yang pada tanggal 18 April lalu menyelenggarakan akad dan resepsi pernikahannya. Semoga bisa membangun keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah dan bisa segera punya momongan, biar gak ngusilin si zaheer lagi, hehe.. dan biar zaheer ada temennya, buat diusilin juga hihi.. giliran gituuuh...


Mau nampilin yang lagi narsis, blogger di sini lagi agak gangguan. Fotonya nyusul.


Oya sedikit soal ateu nya si zaheer ini, iis, seminggu yang lalu udah pindahan, diboyong ma suaminya. Ceritanya kita sekeluarga besar ikut nganterin dalam satu mobil. Aku yang lagi sakit mata, gak lupa dunk pake pelindung, biar gak merambah kemana-mana virusnya, dan gak berderai-derai kalo kena debu. 


Tapi ternyata dan ternyata setelah acara pindahan itu, terdengar kabar bahwa, mulai dari emak uyutnya zaheer, dede lia (saudara sepupuku-tantenya zaheer), uwak ooh, sampe ke mi Ita, itu kena ikut-ikutan sakit mata juga. Haduh aku jadi ngerasa telah bersalah nich, telah menebar virus di mana-mana. Maapin yach, bukan maksud daku berbuat begitu. Hanya do’a yang bisa ku persembahkan untuk semuanya. Mudah-mudahan Allah memberikan kesembuhan segera. Amin..

Photobucket

MALU - KU

Kebiasaan baru zaheer akhir-akhir ini adalah kalo ketemu sama anak perempuan yang seumuran terutama yang belom dikenal suka tuwal-towel. Selagi nowel itu ekspresinya datar aja, gak senyum juga gak cengengesan, jadi aku gak bisa memprediksi apakah itu artinya pengen kenalan atau apa. Yang jelas itulah salah satu kejailannya saat ini.

Hal ini bukan terjadi dua atau tiga kali, hampir setiap kali ketemu anak perempuan seumuran yang belom dikenal selalu gitu. Bahkan kadang sampe bikin anak perempuan yang baru ketemu tersebut bermuka semu merah, malu atau mungkin marah dan ngumpet mepet-mepet ngehindar.

Pernah suatu kali aku ajak zaheer belanja di toserba, ada anak perempuan… biasa aksi towal-towel berjalan. Giliran ketemu ibu-ibu *dengan dandanan agak menor* dengan tiba-tiba dan tak kusangka Zaheer colek juga, pinggangnya. Sekali nyolek ga da reaksi dari ibu-ibu tadi. Zaheer jadi penasaran nyolek sampe tiga kali. Padahal aku dah berusaha nahan-nahan tangan jailnya. Tapi pas dilepas, begitu lagi.

Sekali dua kali gak digubris sama ibu-ibu tersebut, mungkin pikirnya … biasa lah anak kecil. Tapi pas ketiga kali, si ibu agak risih juga kali yah.. dan negur begini “Eh, ini anak siapa ya? Kenapa sich?” Wah gawat! aku yang kebetulan jaraknya agak jauh dari situ, buru-buru dech pasang aksi sok sibuk dan pura-pura gak denger.

Beberapa SPG tampak senyam-senyum ditahan.

Duuuh malunya … Gak tau nich usilnya turunan dari siapa?!


Photobucket

GEMEZZZZ

Kayaknya gak ada habisnya yach cerita soal si kecil. Gak mo ketinggalan perkembangan sekecil apa pun, bahkan itu suatu penurunan pun. Tetep pengen dijadikan sebagai moment yang terabadikan.

Apakah itu cerita gembira yang sampe bikin kita tertawa-tawa, ataukah cerita kurang menyenangkan, atau bahkan yang menyedihkan yang bikin kita menangis bombai dibuatnya.

Gak jarang kita sebagai orang tua dibikin terpingkal-pingkal oleh kelakuan lucunya. Atau dengan perbuatannya kita dibuat terharu sampai mengharu biru. Dan sering pula kita dibuat jengkel dan marah oleh tingkahnya yang kadang susah dibilangin.

Dan sekarang ini nich, Zaheer mulai menunjukkan sikap-sikap yang nyebelin. Itu kata ayahnya loh.. Mulai sering-sering susah dibilangin alias ngeyel. Misalnya saja waktu ayahnya lagi berkutet dengan soldernya. Nah, Zaheer udah tau kalo solder itu panas. Tapi kalo ngeyelnya lagi kumat, dibilangin agar maennya gak deket ma ayah, eh, malah disengajain, ngegelendot terus sama si ayah. Alhasil, bukannya kerja, Ayah malah jadi bete.

Dan itu cuma salah satunya aja. Masih banyak lagi tingkah yang bikin kita gemes plus jengkel.

Kalo buatku sich, kejadian yang hampir selalu bikin aku kesel adalah tiap prosesi acara memandikan Zaheer. Mulai dari buka baju, sampe pake baju kembali dengan rapi, itu butuh waktu yang gak sedikit. Karena selalu diwarnai dengan kejar-kejaran. Walopun gak selalu acara memandikan ini jadi sesuatu yang nyebelin, tapi gak jarang juga kami tertawa bareng ketika melewatinya.

Yah itu lah dunianya anak-anak kecil yah. Tapi over all, kami tetep sayang sama Zaheer. Karena yang menonjol dari semua itu Zaheer tetaplah si pinter, si lucu, si cakep, dan selalu ngegemesin. We always love youuuu
..

Photobucket

ZAHEER PERNAH ILANG?

Berangkat dari rumahnya bunda Indra2fa, aku jadi terinspirasi buat nulis ini juga. Tadinya sich mo disimpen aja cerita konyol ini, malu nyeritainnya. Tapi ya gak apa, buat pelajaran aja ke depannya, biar gak terulang.

Ceritanya sebelum lebaran, tepatnya H-10 an lah. Kami berdua (aku dan Zaheer) pergi ke toserba terdekat buat beli-beli keperluan lebaran. Toserba nya sich gak gede-gede amat lah, tapi ramenya bukan main. Yah begitulah memang biasanya situasi saat-saat mendekati lebaran, jangan harap bisa leluasa belanja di pusat-pusat perbelanjaan.

Tadinya sich si ayah mo nemenin, tapi ada jadwal ngajar siang sampe sorenya. Jadi cuma bisa anter jemput doank.

Sesampainya di sana, ngeliat tempatnya yang ruame banget kayak gitu, aku putuskan agar zaheer tetep digendong aja. Tapi emang ni anak dasarnya gak mo diem, liat banyak orang kayak gitu, selama digendong meronta-ronta terus, pengen turun. Awalnya sich aku pertahankan untuk tetep menggendongnya. Tapi lama-kelamaan pegel sendiri nahanin rontaannya (hehe..yang satu ini aku belom nemu bahasa yang pas) Zaheer. Ya sudah lah, aku lepas juga akhirnya.

Tapi, setelah dilepasin, bukannya Zaheer yang ngikutin kemana mamanya pergi, malah sebaliknya, aku yang ngikutin Zaheer kesana-kemari lari-larian sesukanya. Bahkan mungkin pengennya sich seantero toserba ditelusurin. Cuape dech! Dan bukan cuma lari-lari aja, tapi sambil ngambil-ngambilin barang-barang yang menurutnya aneh, yang kemudian diberantakinnya. Uhhh..aku pikir kalo kayak gini terus, kapan bisa milih-milihin belanjaannya?

Karena udah sedikit cape, kelanjutannya aku biarin aja tu anak asik maen sendiri, mungkin yang kasian entar SPGnya mesti ngeberesin hasil kerjaannya Zaheer. hehe.. gak pa pa sekali-kali.

Sambil tetep memantau, aku milih-milih belanjaanku. Gak pa pa Zaheer seperti itu, yang penting selama masih bisa tertangkap dengan penglihatanku.

Lama-lama, keasikan juga aku milih ini milih itu. Tiba-tiba.. tersadar… eh, mana Zaheer??? lihat-lihat ke barisan rak-rak satu demi satu…kok gak ada!! Waduh gaswat!! Aku kehilangan jejaknya. Setengah panik sambil berusaha agar tetap terlihat tenang, aku coba cari-cari lagi shaf demi shaf rak-rak yang ada, tapi tetep gak ketemu. Kali ini aku panik beneran. Keringat panas dingin bercucuran sampe semua lantai toserba jadi basah karena keringatku (hehe..boong bangets). Dalam hati aku berdoa, Ya Allah pertemukan kami, ya Allah aku mohon.

Coba tanya-tanya sama SPG yang ditemuin, barangkali ada yang liat anak kecil sendirian, dan aku inget waktu itu Zaheer pake baju warna merah. Tapi setelah tanya sana sini, hasilnya nihil. Mungkin boro-boro merhatiin anak-anak, yang ada mereka sibuk dengan kerjaannya.

Aku makin panik. Cari, dan terus cari. Sambil terus berkecamuk segala pikiran, Ya Allah aku kehilangan Zaheer, mana dia bicara aja belum lancar, apalagi untuk mengekspresikan ke orang-orang bahwa dirinya anak hilang, di tengah-tengah tempat seperti ini.

Sambil mata terus-menerus menerawang kemana-mana, dan ketika baru ada niatan untuk lapor ke bagian informasi, tiba-tiba aku liat ada seorang SPG sedang menggendong anak kecil berbaju warna merah yang lagi nagis. Ya! Gak salah lagi, itu Zaheer, anak semata wayangku. Terimakasih ya Allah, Engkau masih mempercayakannya padaku. Alhamdulillah. Beberapa kali aku ucapkan terima kasih sama SPG tersebut, yang rupanya ditemukan di antara deretan sepatu-sepatu. Tapi gak sampe aku ngasih tip padanya. Hehe..pelit amat yah… hanya bisa dengan do’a aja,dalam hati, mudah-mudah Allah memudahkan segala urusannya. Amin.

Hmmmh.. sekarang kalo inget itu, konyol banget dech kayaknya. Dan kalo aku ceritain ini ke orang lain/keluarga, pasti pada mikir, ini ibu gimana sich gak bisa jaga anak, baru gitu aja bisa kehilangan. Mana Zaheer belum ngerti hal-hal seperti kehilangan dan sebagainya, belom lancar ngomong pula. Kalo anak umur 3 – 4 tahun sich mending, udah bisa nyari kalo ilang. Ck..ck..ck…


Photobucket

Huruf K, L dan R

Suatu kali dalam sebuah percakapan ringan dua orang anak beranak. (hihi..lebay ..)


Zaheer : liat mobil tetangga lewat depan rumah. Berteriak ”Biiiiiw!”. Kemudian lari ke ruang tengah dan manggil-manggil mamanya yang lagi asik depan komputer (lagi ngapain ya...? yang jelas bukan lagi ngerjain tugas kantor loh)


Zaheer : (dengan suara yang cempreng) ”Mamaaah...!”

Mama : (gak kalah cemprengnya) ”Yaaa...!”

Zaheer : ”Biw... biw....”

Mama : ”Iya” (udah ngerti, maksudnya nunjukin bahwa ada mobil)

Zaheer : ”Mamah... Biw!”

Mama : ”Iya... mobil” (masih dengan mata ke layar komputer)

Zaheer : ”Biw..biw..” (intonasi meninggi, dengan kaki di pijek-pijekan ke lantai)

Mama : baru ngeh ”Ooh..iya. Yuk liat mobil yuuuk” (=dalam bahasa Sunda)

Zaheer : ”hehe.. biw” (dengan mimik puas, menggiring mamanya ke depan buat liatin mobil tetangga).


Hehe.. ga da kerjaan ya, nontonin mobil tetangga. Mudah-mudahan suatu saat kita bisa punya juga ya nak.. *hope : mode on*


Di Lain Waktu


Mama : masih dalam bahasa Sunda tentunya. ”De, coba ikutin ya..., KA!” (/k/)

Zaheer : “TA!”

Mama : “EL!” (/l/)

Zaheer : “EY!”

Mama : “ER!” (/r/)

Zaheer : “EY!”

Mama : ?????

Photobucket

Kepeleset

Bener-bener di luar kendaliku, kemaren Zaheer kepeleset jatoh di tanjakan depan rumah. Saking sakitnya barangkali, nangisnya aja sampe 15 menit baru bisa berhenti, itu pun pake jurus suap (ASI). Kasian my bunny..

Hidung lecet dan pipi membiru.


Di atas bibir dan di jidat juga ada lecet


Hihi... jadi perong.

Photobucket

“Nagis”

Suatu kali, Zaheer bilang padaku “maa .. nagis .. aa“ .
Sebelum aku ngeh dan ngerti apa maksudnya, Zaheer terus ngulang-ngulang ucapanya.
“aa .. nagis .. aa… nagis” sambil berlagak mendengarkan sesuatu.

Dan setelah kuperhatiin, rupanya ada suara anak laki-laki, anaknya tetangga sebelah yang lagi nangis.

Aku baru ngerti setelah beberapa saat, oooh rupanya ada suara aa (biasa dia manggil ke anak laki-laki) yang lagi nangis toh.


Satu perkembangan lagi, kali ini Zaheer udah ngerti apa itu nangis. Walopun pengucapannya masih kurang tepat, belom bisa bilang “ng”.

Photobucket

Cerita Lebaran

Susahnya membuang penyakit M yang rasa-rasanya terus menggerogoti ini. Kelamaan liburannya, jadinya ya kayak gini dech, keenakan nyantei. Pengen cerita banyak hal. Tapi malah ketundaaa terus, ditambah jaringan yang kembang kepis. Banyak kempisnya daripada ngembangnya. Nulisnya juga jadi ogah-ogahan. Walaah..! Cerita dulu ah, yuu..

(udah agak usang nich)

Lebaran kali ini pastinya beda donk ceritanya dengan lebaran tahun lalu. Kalo tahun lalu pas lebaran, Zaheer baru berusia 6 bulan, jadi masih ta' gendong kemana-mana, lebaran ini udah 18 bulan, udah bisa lari-larian sendiri, lagi belajar ngomong. Kalo inget itu, gak henti-hentinya rasa syukur pada Sang Maha Penggenggam umur, bersyukur karena masih bisa merasakan bulan Ramadhan yang penuh berkah dan masih bisa berlebaran di tengah-tengah keluarga tercinta.

Kami berlebaran di Garawangi. Yup, rumah ortu. Karena kami pikir, mumpung masih ada mereka, jadi ga da salahnya berlebaran gak di rumah sendiri. Selain itu juga kami pengen merasakan suasana mudik, walopun cuma mudik lokal, masih satu kabupaten. hmmm.. masih bisa disebut mudik kan?

Bisa berkumpul bareng keluarga adalah hal yang menggembirakan. Tapi ada aja yang kurangnya. Zaheer lebaran ini kesehatannya belom pulih. Hari H-nya Idul Fitri, Zaheer masih diare. Udah bisa ditebak, dengan keramaian seperti ini, kalo badannya dirasa kurang enak, yah jatoh-jatohnya ke rewel. Digendong sini, nangis. Digedong sana, nangis. Pengennya sama mamanya terus. Padahal yang berkumpul semua keluarga, ada uyutnya, uwak-uwak, paman dan bibi. Lengkap lah pokoknya. Siangnya dilanjut berkunjung ke uyut satunya di Sukaimut. Zaheer masih belom bisa ceria.

Hari kedua, kami ke berkunjung ke uyut Darma dan uwak Cirendang. Karena belom pulih bener, kali ini pun masih diwarnai dengan tangisan. Hari ketiganya ada acara walimatus-syafar uyut yang di Sukaimut. Alhamdulillah kali ini diarena udah stop. Paginya hanya pup sekali dan itu pun udah gak encer kayak sebelumnya. Plong dech rasanya. Nafsu makannya pun beranjak membaik.

Hari ke-empat, awalnya mo ikutan mancing di kolam bareng para paman dan bibi. Tapi batal, karena si ayah malah ketiduran. Meskipun gitu, kita masih dapet kiriman ikannya hasil pancingannya, udah mateng lagi. hehe…

Satu yang terlupakan, selama lebaran aku gak keingetan sama sekali buat ambil fotonya Zaheer. Duuuh kacian amat yah…?

Liburan kemarin lumayan panjang, tapi rasanya belom puas waktu buat besama-sama terus sama anak tercinta. Dari tanggal 1 udah mesti masuk kerja lagi. Tapi ya setidaknya, aku gak begitu kuatir ningggalin Zaheer, kesehatannya udah pulih lagi sekarang. Sehat terus ya nak…

Photobucket

Sepeda Baru

Sebenernya udah lama pengen beliin Zaheer sepeda roda tiga. Baru kesampean n baru sempet kemaren sore. Begini nich penampakannya. Mudah-meriah, yang penting awet. Aku pikir anak kecil modelan Zaheer ini akan cepet bosennya.


Zaheer sich so pasti, senengggg banget.

Photobucket