Gak tau mesti memulainya dari mana. Akibat libur yang kepanjangan, sebulan lebih absen, jadi keenakan bawaannya pengen libur terusss, bau asap mudiknya masih nempel aja.
Welcome back… Diawali dengan permohonan maaf yang sebesar-besar nya kalo-kalo ada salah kata, dari seringnya berkomentar, bersilat lidah jadi mungkin aja pernah kepeleset, sehingga sedikit banyak pernah berucap sesuatu yang kurang berkenan di hati sobat sekalian.


Susahnya membuang penyakit M yang rasa-rasanya terus menggerogoti ini. Kelamaan liburannya, jadinya ya kayak gini dech, keenakan nyantei. Pengen cerita banyak hal. Tapi malah ketundaaa terus, ditambah jaringan yang kembang kepis. Banyak kempisnya daripada ngembangnya. Nulisnya juga jadi ogah-ogahan. Walaah..! Cerita dulu ah, yuu..
(udah agak usang nich)
Lebaran kali ini pastinya beda donk ceritanya dengan lebaran tahun lalu. Kalo tahun lalu pas lebaran, Zaheer baru berusia 6 bulan, jadi masih ta' gendong kemana-mana, lebaran ini udah 18 bulan, udah bisa lari-larian sendiri, lagi belajar ngomong. Kalo inget itu, gak henti-hentinya rasa syukur pada Sang Maha Penggenggam umur, bersyukur karena masih bisa merasakan bulan Ramadhan yang penuh berkah dan masih bisa berlebaran di tengah-tengah keluarga tercinta.
Kami berlebaran di Garawangi. Yup, rumah ortu. Karena kami pikir, mumpung masih ada mereka, jadi ga da salahnya berlebaran gak di rumah sendiri. Selain itu juga kami pengen merasakan suasana mudik, walopun cuma mudik lokal, masih satu kabupaten. hmmm.. masih bisa disebut mudik kan?
Bisa berkumpul bareng keluarga adalah hal yang menggembirakan. Tapi ada aja yang kurangnya. Zaheer lebaran ini kesehatannya belom pulih. Hari H-nya Idul Fitri, Zaheer masih diare. Udah bisa ditebak, dengan keramaian seperti ini, kalo badannya dirasa kurang enak, yah jatoh-jatohnya ke rewel. Digendong sini, nangis. Digedong sana, nangis. Pengennya sama mamanya terus. Padahal yang berkumpul semua keluarga, ada uyutnya, uwak-uwak, paman dan bibi. Lengkap lah pokoknya. Siangnya dilanjut berkunjung ke uyut satunya di Sukaimut. Zaheer masih belom bisa ceria.
Hari kedua, kami ke berkunjung ke uyut Darma dan uwak Cirendang. Karena belom pulih bener, kali ini pun masih diwarnai dengan tangisan. Hari ketiganya ada acara walimatus-syafar uyut yang di Sukaimut. Alhamdulillah kali ini diarena udah stop. Paginya hanya pup sekali dan itu pun udah gak encer kayak sebelumnya. Plong dech rasanya. Nafsu makannya pun beranjak membaik.
Hari ke-empat, awalnya mo ikutan mancing di kolam bareng para paman dan bibi. Tapi batal, karena si ayah malah ketiduran. Meskipun gitu, kita masih dapet kiriman ikannya hasil pancingannya, udah mateng lagi. hehe…
Satu yang terlupakan, selama lebaran aku gak keingetan sama sekali buat ambil fotonya Zaheer. Duuuh kacian amat yah…?
Liburan kemarin lumayan panjang, tapi rasanya belom puas waktu buat besama-sama terus sama anak tercinta. Dari tanggal 1 udah mesti masuk kerja lagi. Tapi ya setidaknya, aku gak begitu kuatir ningggalin Zaheer, kesehatannya udah pulih lagi sekarang. Sehat terus ya nak…
Idul Fitri tinggal menghitung hari. Gak kerasa bulan Ramadhan ini begitu cepet, akan segera berlalu. Sedih dan gembira bercampur baur. Gak henti-hentinya memohonkan pada Sang Maha Kuasa, agar bisa dipertemukan lagi ke Ramadhan berikutnnya.
Orang-orang rame-rame bikin kue-kue. Di toko-toko juga pada sesek, terutama toko pakaian. Pasar-pasar juga gak ketinggalan, makin rame dengan para pembeli dan penjual lama maupun dadakan. Semua sibuk mempersiapkan hari yang dinanti, hari dimana umat muslim kembali meraih fitri.
Dan satu lagi, masjid-masjid pun tiap malam dipenuhi dengan orang-orang yang i'tikaf, mengharap anugerah malam seribu bulan.
Jalan-jalan raya hampir gak pernah lengang lagi, sesak dengan para pemudik.
Dan kini saatnya kita mudik.
Buat temen-temen, walopun masih beberapa hari lagi, Aku, ayah dan Zaheer, dengan segala kerendahan hati mengucapkan
Selamat hari Iedul Fitri. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
Semoga kita semua bisa meraih derajat taqwa. amin